Kuliah Kewirausahaan Lesson 1
Menjadi penguasaha yang sukses membutuhkan komitmen untuk terus meningkatkan diri. Manusia yang mampu terus meningkatkan diri akan menemukan banyak keberhasilan. Apapun masalah yang Anda hadapi hari ini, petik pelajaran berharga dari masalah tersebut, maka masalah tersebut telah berhasil Anda ubah menjadi kesempatan untuk meningkatkan diri.
Sekarang, apa strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan diri secara lebih efektif? Ada 3 langkah strategis:
1. Miliki FLEKSIBILITAS Untuk Berubah
Berubah menjadi lebih baik membutuhkan satu hal yang sangat penting: kesediaan untuk berubah. Memang berubah itu bisa sangat sulit karena bisa jadi menyangkut kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah berakar, tetapi jika Anda tidak berubah menjadi lebih baik, yang sebaliknya akan terjadi: Anda berubah menjadi lebih buruk. Tidak ada posisi netral! Jadi, harus ada komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Sikap fleksibel terhadap berubah tidak bermakna Anda terbawa arus perubahan.
Sebaliknya, Anda menunggang perubahan, sama seperti seorang peselancar yang menunggangi ombak perubahan. Ini menyangkut komiten keahlian dalam menyikapi dan bersikap fleksibel terhadap perubahan, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip universal yang tidak berubah. Artinya, jika kita ingin berubah maka kita harus memahami apa prinsip-prinsip yang menggarisbawahi sebuah berubahan. Bumi memang perputar, ada perubahan, tetapi dalam perubahan itu ada keteraturan yang membuat bumi tetap berada pada posisinya yang memungkinkan manusia tetap hidup. Jika terjadi perubahan posisi di mana bumi menjadi lebih jauh dari matahari, maka semua umat manusia akan mati kedinginan, tetapi jika bumi mendekat pada matahari, maka manusia akan meleleh. Jadi, dalam setiap perubahan kita harus memahami prinsip-prinsip universal yang tidak berubah.
Bagaimana bersikap fleksibel? Caranya, pahami makna positif di balik setiap peristiwa, betapapun buruk suatu peristiwa tersebut, tujuannya adalah untuk mengambil pelajaran berharga. Tetapi ini tidak bermakna bahwa kita tidak memandang sisi buruknya sehingga tidak memahami apa yang membuat sesuatu yang buruk itu terjadi. Maksudnya adalah, kita harus paham, jika sesuatu yang buruk terjadi, jika itu adalah karena faktor manusia, maka kita bisa berubah. Tetapi jika yang terjadi itu adalah faktor the invisible hand, maka kita harus melihat dengan kacamata iman/keyakinan, bahwa segala sesuatu itu demi kebaikan bagi manusia yang mencintai Tuhan Pencipta. Begitulah kita memaknai peristiwa.
2. Take REAL ACTION!
Ya itu, AMBIL TINDAKAN NYATA! Tidak ada tindakan maka tidak ada hasil. Jawaban atas masalah Anda terletak pada tindakan nyata yang Anda Ambil. Jika Anda merasa jalan di tempat, mungkin Anda perlu belajar untuk melakukan tindakan yang berbeda guna menciptakan hasil berbeda. Ingat selalu bahwa definisi kegilaan (dalam arti negatif) adalah: Mengharapkan hasil yang berbeda, tetapi tetap melakukan tindakan yang sama!
Mengambil tindakan yang berbeda memang tidak selalu memberikan hasil sesuai dengan harapan, tetapi setidaknya Anda bisa berharap akan ada perubahan, entah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jika Anda terus-menerus mengambil tindakan yang sama, maka Anda tidak boleh berharap untuk memetik hasil yang berbeda.
Jadi, sesuaikan harapan Anda dengan tindakan yang Anda lakukan, dan BELAJARLAH dari setiap tindakan yang Anda ambil. Selalu tingkatkan kualitas kehidupan Anda dengan mengambil hikmat dari setiap peristiwa kehidupan yang Anda alami, dan ambil tindakan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih berhasil. Itulah, untuk menciptakan masa depan yang lebih berhasil maka Anda harus melakukan tindakan yang lebih baik. Ambil pelajaran dari bisnis Jepang, Korea, dan Taiwan. Mengapa mereka mampu bersaing dengan Amerika dan Eropa, karena mereka mau terus meningkatkan diri, mau terus belajar, dengan menerapkan prinsip Constan and Never Ending Improvement: Peningkatkan Secara Konstan dan Tanpa Henti! Atau lebih keren disebut dengan KAIZEN, atau TOTAL QUALITY MANAGEMENT!
3. THINK!
Ya, tentu saja. Setiap saat selalu ada masalah. Satu masalah diselesaikan maka muncul masalah yang lain. Jadi, yang terpenting, kita terbiasa berpikir, mau berpikir, mau menggunakan akal sehat yang diberikan Tuhan pada kita. Ini bermakna: Gunakan belahan kiri dan kanan otak secara seimbang. Gunakan emosi dan logika. Berpikirlah secara dengan memakai bahasa emosi sekaligus bahasa logika. Jika ingin mempelajari lebih lanjut tentang pentingnya menyeimbangkan bahasa emosi dan logika, beli buku yang berjudul Keajaiban dan Kekuatan Emosi yang diterbitkan oleh Kanisius.
Saat manusia berpikir, manusia menggunakan salah satu anugerah terhebat dari Tuhan Pencipta yang diberikan pada umat manusia, yaitu kemampuan untuk Berpikir! Kemampuan inilah yang telah menciptakan peradaban manusia seperti sekarang ini. Dalam kurun waktu sekitar 20 tahun ke depan saja, Anda akan melihat perubahan yang dahsyat dalam sistem peradaban manusia.
Bukankan kehidupan modern seperti yang kita nikmati saat ini baru mulai tercipta hanya sejak tahun 1900-an. Di era-era sebelum tahun 1900-an, perubahan yang terjadi berjalan sangat lambat. Pesawat terbang, televisi, komputer, internet, mobil, satelit, dan eksplorasi angkasa luar baru terjadi pada abad sekarang ini, abad yang penuh dinamika perubahan.
Kesimpulannya:
1. Ciptakan perubahan dengan bersikap fleksibel.
2. Ambil tindakan berbeda untuk menciptakan hasil berbeda.
3. Gunakan salah satu anugerah terbesar dari Pencipta Alam Semesta: Kemampuan Untuk BERPIKIR!
Anda akan menjadi pengusaha yang berhasil dengan menerapkan tiga prinsip ini secara konsisten.
NB: Kunjungi smart.smaterangdunia.com untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Anda!
Kirimkan juga pengalaman-pengalaman Anda dalam berbisnis di website ini dengan menulis komentar. Thank you for reading this article.
Copyright: ©Martin W. All Right Reserved.
Leave a Comment